Our Profile

Profil Usaha

Awal mula produk yang dibuat pada tahun 1991 ialah Busana Muslim dengan brand yang bernama Salam dan Doa (SADO) membuat seragam Sekolah Taman Kanak-Kanak sebanyak 11 pcs setiap tahun. Dan memiliki 1 orang penjahit dan masih bertempat dirumah untuk memproduksi busana muslim tersebut.

Pada tahun 1996 Ibu Hj. Thoyyibah menerima anak anak sekolah untuk melakukan praktik kerja lapangan dan berganti nama menjadi Lima Putra (MATRA) dan sempat berganti lagi menjadi Salam dan Doa (SADO) dan pada tahun 2000 berganti nama menjadi Busana Betawi.

Beralih ke busana Betawi, karena di wilayah ini dicanangkan menjadi Cagar Budaya Betawi tahun 2000. Menyewakan; apa yang disewakan pertama kali adalah Baju None, dan memiliki sanggar kecil di rumah pribadi. Masih awal membuat produksi Baju Sadariah, Celana Boim, Demang, dengan jumlah produksi yang masih sedikit dengan harga sewa 25-35 ribu.

Keseriusan Ibu Hj. Thoyyibah untuk membuat atau mempelajari budaya Betawi khususnya pada busana adat Betawi, Ibu Hj Thoyyibah rela bolak-balik ke Taman Mini Indonesia Indah ke stand DKI JAKARTA untuk mempelajari dan mendalami busana Betawi.

Dulu hanya cuma beberapa stok busana yang bisa dihitung dengan jari tapi alhamdulillah sejak memiliki tempat sanggar busana sendiri dari tahun 2008 hingga saat ini, total stok busana Betawi mencapai 300-an stok busana mulai dari Abang, None, Encim, Silat, Sadariah, Batik Betawi, Baju Silat, dan lain-lain. Juga memiliki berbagai macam ukuran mulai dari ukuran anak hingga yang dewasa lengkap ada di RUMAH BUSANA BETAWI.

Diharapkan, siapapun, dan dimana pun yang membutuhkan baju Betawi bisa datang ke RUMAH BUSANA BETAWI yang berada di tengah-tengah Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan.

RUMAH BUSANA BETAWI memiliki Tagline yaitu “Melestarikan Budaya Betawi”.

Profil Pemilik

Pemilik RUMAH BUSANA BETAWI, Hj. Thoyyibah lahir tahun 1958 di Jawa Timur, Lawang. Lulusan D3 Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan (STIK) Jurusan Administrasi Pendidikan. Pernah bersekolah di Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA) jurusan Tata Busana yang sekarang berganti nama menjadi SMK NEGERI 37 JAKARTA.

Sejak sekolah ibu Hj. Thoyyibah sudah menekuni dan menyukai dunia fashion (busana) mulai dari menggambar pola, menjahit hingga menjadi sebuah busana utuh.

Pada saat sekolah ibu Hj. Thoyyibah sudah bisa menerima jahitan ada customer-nya  dan pada saat itu juga  sudah dituntut untuk mencari orderan atau pembeli pakaian yang dibuatnya sendiri.

Lalu pada masa kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan (STIK) ibu Hj. Thoyyibah sangat menyukai mata kuliah Entrepreneurship (kewirausahaan), jadi pada saat ini ibu Hj. Thoyyibah sangat tertarik ingin menjadi pengusaha, dan keterampilan ibu Hj. Thoyyibah ialah Tata Busana, mulai dari saat sekolah dulu akhirnya memutuskan untuk terjun di bidang usaha fashion (busana).

Hubungi Kami

Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan.

Phone. 0813-8431-4354

10 + 1 =

Call Us
error: no double click!

Pin It on Pinterest

Share This